GRAUSIG ON DISTORSI MALAM

GrausiG di bentuk pada tahun 1989, merupakan suatu catatan sejarah perjalan music death metal di Indonesia, yahya wacked adalah sang living legend, the founding father dari band GrausiG ini.

“Dooms Day” adalah salah satu virus yang mampu meracuni telinga metalhead di era 90an, dimana album “Feed The Flesh To The Beast” 1997 yang di distribusikan secara indie label (Graveyard) menjadi peluru pertama mereka James (vocal), Ricky (guitar), Bobby (bass, backing vocal), Denny (drums) dimana album ini mampu terjual sebanyak 2000an Copy hanya dalam waktu sekitar 2 bulan saja.

Tidak cukup puas dengan itu semua, kemudian GrausiG mempersiapkan produksi album ke-2 dengan formasi James (vocal), Ricky (guitar), Ino (bass, backing vocal), Denny (drums) membuat sebuah formula komposisi music death metal yang pada saat itu patut kita acungkan 4 jempol, karena kualitas dari musikalitasnya bisa di sandingkan dengan musisi internasional pada saat itu.

“Abandon, Forgotten & Rotting Alone” (1999) adalah buktinya sebagai puncak prestasi atas perjalanan GrausiG, dimana album ini mampu menembus industri major label tanah air (Aquarius Musikindo) tanpa sebuah kompromi dan tetap membusungkan dada.

Tapi perjalan tidak selamanya indah, GrausiG pun mengalami sebuah dilemma dimana merekapun akhirnya harus terhenti perjalananya mengalami sebuah kevakuman.

GrausiG seakan mati di telan bumi, tetapi nama besar dan karyanya tetap menjadi inspirasi bagi generasi death metal Indonesia.

Akhirnya pada tahun 2011 adalah menjadi sebuah momen, dimana GrausiG tampil kembali dengan formasi reuni dalam event mengenang almarhum Bobby sang mantan Bassis yang sangat fenomenal, tidak berhenti disitu, ternyata ini bukan hanya sekedar reuni biasa melainkan ini adalah sebuah jenjang estafet perjalan kreatifitas grausig selanjutnya, walaupun didera dengan perombakan personil , namun deny sang drummer tidak mau mati langkah.

Dan kemudian lahirlah album “ In The Name Of All Who Suffered and Died” dirilis GrausiG di tahun 2013, “God’s Replicated” (2014), “Di Belakang Garis Musuh” (2016), “Dogma Dunia Baru” (2018).

Mau tau lebih lengkap perjalanan GrausiG ?!

Datang dan Saksikan Distorsi Malam tgl 18 November 2018 di Grand Charly TMII

Facebook Comment