THE WELLAKS ON GRAND OPENING THE BUNCITMEN COFFEE & ROASTERY

Persahabatan itu mungkin tidak dilalui dalam waktu singkat. Melewati berbagai macam peristiwa bahkan melampui berbagai lika-liku perjalanan waktu, hingga menemukan jalan cerita yang penuh romansa, canda tawa bahkan derai air mata. Persahabatan sejati akan menuai kepercayaan dan rasa saling memiliki, bahkan ketika masing-masing jauh tak berjumpa, hati dan bathin tetaplah bersama. Seorang sahabat akan dengan ringan mencela dan mentertawakanmu, tanpa maksud menjatuhkanmu. Dia akan memuji ketika engkau layak untuk di puji.

Persahabatan dari dua orang sahabat, Wisnu Wardhana dan Ardian Jolih Jeng Jeng yang sudah terjalin hampir 25 tahunan, bahkan sempat menghilang dalam kontak karena keberadaan Wisnu Wardhana yang sempat tinggal di Philadelphia, Amerika Serikat rupanya tak lekang oleh waktu. Lamanya perpisahan bukanlah alasan untuk menjauh satu dengan yang lainnya. Bahkan semua semakin solid. Malahan dalam beberapa kesempatan, duo sahabat ini kerap kali mengerjakan projekan secara bersama. Bukan suatu kebetulan juga mereka berdua memiliki passion yang sama dalam soal bermusik ataupun urusan design. Termasuk dalam mengelola In Rock We Dive ini.

 

  

The Wellaks adalah salah satu projekan dari Wisnu dan Ardian. Dan pada kesempatan Grand Opening THE BUNCITMEN Coffee & Roastery ini, The Wellaks tampil didepan khalayak untuk pertama kalinya sebagai band pembuka. Ada beberapa lagu yang mereka bawakan, salah satunya adalah “Secangkir Kopi Hitam” yang merupakan buah karya dari Ardian. Lagu ini dibawakan dengan sederhana melaluli olahan gitar dan bass dari keduanya dan permainan harmonisasi dari kedua sahabat ini sangat kental. Masing-masing melengkapi sehingga lagu tersebut sangat manis dan enak didengar bait demi baitnya. Petikan gitar dan dentuman bass nya cukup memanjakan telinga penonton yang hadir di malam itu.

 

Selain lagu “Secangkir Kopi Hitam“, The Wellaks juga membawakan lagu “Love Song” versi 311, “My Sacrifice” dari Creed serta “Irish” dari Goo Goo Dolls. Masing-masing kedua sahabat ini bergantian mengisi vokalnya. Keren ! yaa.. mungkin salah satunya yang membuat lagu-lagu ini terdengar asik karena chemistry yang kental dari keduanya. Dan jika kalian penasaran sama The Wellaks atau kenapa pakai nama tersebut, gue ga akan bahas disini. Kalau kalian berkesempatan ketemu dengan mereka, mungkin kalian bisa tanyakan langsung yaa… hehehe

 

Usai penampilan The Wellaks, masih ada Riani Sovana,yang malam itu membawakan beberapa lagu. Ada lagu karyanya sendiri, seperti “Cinta Bisa Diperjuangkan“, “Kelinci dan Jengkol“, “Lupakan Dia” (ssstt..ini salah satu lagu kesukaan gue loh ! hehe..) dan juga beberapa lagu 90-an, “Smell Like Teen Spirit” versinya Tori Amos dan “Karma Police” dari Radiohead. Dan kesemuanya udah pasti keren!

 

  

Penampilan malam itu adalah salah satu acara dalam rangka Grand Openingnya The Buncitmen Coffee & Roastery yang menempati di salah satu areal hangout Atap Laju Cafe yang berada di kawasan Megapolitan Estate Cinere. Atap Laju Cafe ini memiliki konsep outdoor dan diperuntukan bagi semua kalangan, baik tua dan muda atau keluarga yang ingin menghabiskan malam menikmati suguhan makanan minuman dari beberapa kedai yang tersedia dan jika ingin menikmati rangkaian kopi-kopi enak, pastinya harus mencicip racikan aneka kopi dari The Buncitmen. Untuk menikmati secangkir kopi di The Buncitmen, jangan khawatir kantong bakalan bolong, karena disini harganya masih bersahabat dengan kantong kita kok. Apalagi mas Eko Adi Subagyo sangat ramah dan siap meng-Entertain para tamu. Senyuman dan sapaan hangat dari mas Eko bakalan bikin kalian betah duduk di kursi-kursi bernuansa vintage itu. Asik kan? sukses selalu ya untuk mas Eko dan The Buncitmen Coffee & Roastery, kapan-kapan gue pingin balik lagi kesitu, menikmati malam mingguan sambil nyeruput es kopi kesukaan gue bareng sohib-sohib tercinta.

 

  

 

Keriaan malam itu tidak bisa dipungkiri kalau kebersamaan dengan sahabat dan kawan-kawan tersayang sangatlah bermakna dan memberikan kesan yang mendalam. Sahabat-sahabat dari Kopik (Komunitas Penikmat Kopi), seperti Elna Prihayuningtias dan Oentarie Salavia yang juga merupakan Srikandi Kopik (Sebutan untuk Admin Kopik-Red) berkesempatan hadir meramaikan malam mingguan di The Buncitmen. Juga pastinya In Rock We Dive Team : Mikko Soetarno yang merupakan Photographernya IRWD dan Agus Ashun yang juga merupakan Admin IRWD. Belum lagi mas Bobby Germano juga menyempatkan datang dan kamipun terlibat percakapan yang “Gila”

 

 

 

 

 

Tidak lupa juga malam itu sahabat dari Kinemata Production, Hidayat Tomu dan tim-nya datang mem-videokan serta mengabadikan event melalui lensa kameranya. Dan malam itupun semakin panjang karena obrolan, candaan dan percakapan yang rasanya susah untuk dihentikan. Dan, jangan berharap akan bisa pulang sebelum jam 12 malam, karena kamipun bertiga akhirnya masih melanjutkan obrolan seru di kedai pecel ayam dan teras rumah Wisnu Wardhana. Alhasil gue sampai rumah jam 3 pagi. Tapi semua itu menyenangkan, berkumpul bersama sahabat adalah salah satu kebahagiaan yang kalian tidak bisa dapatkan bersama orang lain dan tidak bisa dibeli dengan uang.

 

Beruntunglah jika sampai saat ini, kita masih ada dan masih tetap bersahabat dengan baik. Sebab, cuma sahabatmu yang akan mengerti siapa kamu, yang akan menegur kamu, yang akan menyediakan bahu dan waktu untukmu bersandar ketika kamu lelah, marah dan dikecewakan. Dan cuma bersama sahabatlah kamu bisa teriak “Panggil saja aku gila !!…Gilaa !!!” tanpa rasa sakit hati.

 

IN ROCK WE DIVE with love, Cheers !!

 

Narated by Nenny Mike Patty

 

 

 

 

Facebook Comment