INDONESIA TEMPATKU BERSUJUD, PERSEMBAHAN DARI KOMUJI JAKARTA

Dari tema yang terbaca saja kita sudah bisa langsung menyimak inti dari acara ini. Ya, tentang Indonesia, tentang beribadah.

 

Di hari Rabu kemarin tepatnya tanggal 28 Agustus 2019, gue dan Nenny Mike Patty sebagai admin dari IN ROCK WE DIVE sangat bersyukur bisa hadir di Selasar Medco Ampera, menyimak dan menikmati suatu event kajian Islam "PICNIKUSTIK" bertemakan "INDONESIA TEMPATKU BERSUJUD" dengan nuansa yang sangat artistik, menyenangkan dan penuh kebersamaan. Apalagi melihat musisi-musisi yang tampil di acara ini. Acara ini sendiri merupakan acara rutin bulanan yang di selenggarakan oleh Komunitas Musisi Mengaji Jakarta (KOMUJI).

 

Tentang KOMUNITAS MUSISI MENGAJI



Di tahun 2011 di Bandung, Jawa Barat, Alga Indria (The Panas Dalam), Egi Fauzi bersama beberapa musisi membentuk suatu komunitas yang berupaya untuk menemukan kembali agama dengan berbagi, berdiskusi, mengadakan forum kajian dan menghadirkan nara sumber sambil tetap menjalankan profesinya sebagai musisi.

 

KOMUJI memulai aktivitasnya dengan satu kajian ke kajian lainnya, berkonsultasi dengan berbagai nara sumber yang akhirnya  mendapatkan keyakinan bahwa musik adalah sesuatu yang dapat bermanfaat, dibarengi dengan kajian-kajian serta dakwah yang dilakukan dengan lemah lembut, tanpa ancaman dan kekerasan,  maka musik adalah salsah satu BERKAH yang diberikan oleh ALLAH SWT kepada umat manusia. Dan berkah yang sangat besar ini sepatutnya dimanfaatkan oleh kita semua sebagai ladang ibadah dalam mengharapkan keridhoan dan keberkahan ALLAH SWT.

 

KOMUJI percaya hijrahnya seorang musisi tidak harus berujung pada terhentinya proses kreativitasnya dalam bermusik. Komuji menawarkan wajah komunitas musisi muslim yang RAMAH dan MENGHARGAI PERBEDAAN. Menyajikan kajian dengan format yang ringan dan menyenangkan, sekalipun bagi mereka yang baru mulai mencoba mengenal agamanya.

 

 

Kikan Namara, yang merupakan Ketua dari KOMUJI JAKARTA mengatakan, melalui gerakan ini, berharap anak-anak muda peduli terhadap kajian, bahwa ada alternatif lain untuk belajar agama dengan seru dan asyik, bisa menerima bahwa perbedaan itu adalah suatu yang biasa dan lumrah dimana kita masih bisa tetap berdampingan untuk memberikan hal-hal positif untuk negeri tercinta ini, INDONESIA.

Ikuti berita-berita pergerakan Komunitas Musisi Mengaji di :
www.komuji.info | Instagram : @komujijakarta & @komuji_indonesia


 

PICNIKUSTIK bertemakan "INDONESIA TEMPATKU BERSUJUD" merupakan episode ke-6 dari KOMUJI JAKARTA. Acara dimulai di sekitar pukul 19.30an di Selasar Medco Ampera dengan settingan ada lesehan santai, ada beberapa meja dan kursi juga serta penyajian makanan serta minuman, kopi, teh dll. Pengunjung ataupun pihak media yang sudah registrasi disambut ramah dan dijamu dengan bersahabat. Tidak ada jenjang di acara ini, entah itu Artis, Musisi, Pengunjung biasa, Pihak Media, Crew, pokoknya semuanya sama berbaur, guyub dan akrab. Gue langsung diarahkan ke tempat duduk lesehan agak di depan, dipersilahkan dan bisa berkenalan dengan pengunjung lainnya.

 

Tak lama kemudian acara dibuka dan dimulai oleh MC Alga Indria dan dibantu Ronal Surapradja, sungguh kolaborasi apik dan bocor dalam mengajak pengunjung menikmati acara kajian ini. Setelah berdoa, kemudian Kikan sebagai Ketua dari Komuji Jakarta memimpin crowd untuk ikut berdiri dan koor menyanyikan lagu "INDONESIA RAYA". Yups, di bulan Agustus, bulannya kemerdekaan negeri tercinta ini, semakin menguatkan nuansa kebangsaan dan kebersamaan antara kita semua yang hadir.

Sebelum masuk ke kajian dan diskusi, ada penampilan musik akustik dari PANJI SAKTI yang merupakan Music Composer di SONY MUSIC ENTERTAINMENT. Lagu-lagu yang dikemas akustik oleh Panji memiliki lirik-lirik yang menggelitik, juga dalam serta penuh ajakan untuk kita semua bisa beribadah dan beragama dengan baik dan  menyenangkan melintasi semua perbedaan yang ada di negeri ini. INDONESIA menjadi SAJADAH untuk kita beribadah, bersujud dan berbagi kebaikan dengan sesama. Berikut ini foto dan penggalan penampilan dari Panji.

 


Kajian Islam di Picnikustik episode ke -6 ini melibatkan Nara Sumber SAVIC ALI yang merupakan Pegiat Literasi Digital, Direktur NU Online dan Islami.co juga melibatkan NUR DHANIA, sosok perempuan muda yang bersama keluarganya sempat "Hijrah" ke Syria.

 

Ronal Surapradja dengan ciri khas kocak dan bocor nya menjadi Moderator di Kajian malam itu, tema obrolan yang dikaji adalah seputar mengapa banyak orang "Hijrah" baik ke Syria maupun lewat modelan gerakan Hijrah yang cenderung Ekslusif dan Ultra Konservatif, dengan meninggalkan lingkungan lama, pertemanan bahkan keluarga. Ada kesempatan  sesi tanya jawab juga dengan pengunjung yang hadir, salah satunya dalam membahas pencarian kebenaran, apakah kebenaran itu, bagaimanakah standarisasi dari suatu kebenaran. Intinya, kebenaran akan selalu menjadi hal perspektif bagi manusia, kebenaran itu tidak kan absolut karena setiap manusia memiliki perspektif berbeda-beda. Tinggal bagaimana kita tetap berusaha terus mencapai kebenaran tersebut melalui kebaikan-kebaikan, melalui beribadah dengan baik, selalu berpikiran terbuka terhadap perbedaan, juga berdakwah dengan memberi harapan bukan dengan melalui ancaman.

 

Gue banyak mendapatkan konten positif dari kajian malam itu, bahkan partner admin gue Nenny Mike ini yang notabene beragama Kristiani, bisa mengikuti dan menyimak bahasan tersebut tanpa merasa tersinggung, dikafirkan, dan hal negatif lainnya dan bisa mengerti bahwa Islam itu ramah dan rahmat untuk semua. Satu lagi info menarik seputar acara ini, Sound System nya merupakan support dari TRIANGLE SOUND SYSTEM yang pemiliknya merupakan orang yang beragama Kristiani, kita bisa melihat bagaimana perbedaan itu justru memberikan kesempatan untuk kita bisa semakin berbagi dan berinteraksi dengan nyaman dan fun.


Disela-sela Kajian dan diskusi, ada penampilan dari Kikan Namara dibantu dengan dua gitaris akustik yang langsung menghipnotis crowd dengan membawakan lagu-lagu nasional seperti IBU PERTIWI, SYUKUR dan juga lagu BENDERA. Serta merta Aura kebangsaan, Aura kebanggaan menjadi Rakyat Indonesia, cinta terhadap bumi Indonesia langsung melonjak tinggi.

 

 

Setelah melanjutkan lagi sesi diskusi dan tanya jawab, penampilan berikutnya adalah dari Cholil (EFEK RUMAH KACA). Lagu-lagu dengan lirik puitis dan dalam, dikemas apik. Lagu "DESEMBER" menjadi penutup di penampilannya malam itu.

Kesimpulan dari acara Picnikustik ini adalah, gue bisa mendapatkan banyak konten positif dari kajian Islam, gue mendapatkan kenyamanan dalam mengkaji hal-hal tersebut, plus gue mendapatkan kesempatan bisa bertemu musisi-musisi hebat serta menikmati super kerennya penampilan mereka semua. SALUT & RESPECT untuk pergerakan ini, untuk KOMUNITAS MUSISI MENGAJI JAKARTA dan INDONESIA.

 

Semoga semakin meluas dan bisa mengajak musisi-musisi lain, juga mengajak anak-anak muda untuk suka dan rajin MENGAJI, tanpa harus menghentikan karya dan kreativitas mereka didalam bermusik.

Berikut ini pesan dari KIKAN NAMARA sebagai Ketua KOMUJI JAKARTA untuk IN ROCK WE DIVE dan ROCKAFELLAS semua....

 

 

Sampai nanti kita bertemu di event-event positif lainnya, di pergerakan positif lainnya....

Salam,
Ardian & Nenny Mike - INROCKWEDIVE

ROCK IN LOVE – 23 FEBRUARI 2019

Ada event Ketje nih…
Namanya Rock In Love
di Kedai Komunal 23 Feb 2019

Nah… Bakalan ada Band Syuper Ketje nih :
Trio Kupluk (John Mayer)
• Tracklist
• Rilek
• Bon Jovi Indonesia
• The Bollock
• Forever Guns
• RIGID

Pastinya juga ada ;
-Talk Show
-Games – games yang seru deh…

This is FREE !!

Jgn lupa ya… & Noted banget 23 Feb 2019
Start jam 4 Sore Sampai 10 malam aja lho..

Kedai Komunal
Jl. Cipinang Jaya Raya,
Jatinegara Jak-Tim

Supported by :
Kedai Komunal
In Rock We Dive (IRWD)
Komunitas Penikmat Kopi (Kopik)
Komunitas Glam Rock Indonesia (GRCI)
Bon Jovi Indonesia
Rock Hits

INTERVIEW WITH SANDEC SAHETAPY

Diskusi santai, dengan konten bermanfaat, mengenai salah satu Lembaga yg menuangkan idealismenya demi Hak Ekonomi, Hak mendapatkan Reward yg layak bagi para pencipta lagu di Indonesia, khususnya musisi indie.

Wadah yang dibuat Independent, transparan, tanpa memungut biaya sepeserpun, namun memiliki dasar hukum utk menjaga Hak Cipta dan Royalti para pencipta lagu…

Silahkan disimak sampai habis, jangan sepotong2….

 

WEEKLY SILATUROCKIN’ BY ROCKAFELLAS UNITED

WEEKLY SILATUROCKIN’ BY ROCKAFELLAS UNITED


Rockafellas United present “Weekly Silaturockin”

Supported by IN ROCK WE DIVE

 

Silahkan buat yang besok malam bisa hadir, kongkow2, nyeruput bareng, sambil begunjreng bareng…..

Menu Playlist besok malam :
– Alternative Rock 90’s
– The Beatles
– Classic Rock
– Jeming Jeming Begunjreng

IN ROCK WE DIVE – OPEN MIC #1

IN ROCK WE DIVE – OPEN MIC #1, New Passion – New Athmosphere

Untuk kali pertama In Rock We Dive menggelar sebuah event yang berbeda dari event-event sebelumnya. Jika dalam event-event sebelumnya, In Rock We Dive selalu mengetengahkan event yang berbau Rock, Metal dan Accoustic Rock, maka pada tanggal 5 Oktober 2018 yang lalu, In Rock We Dive – Open Mic digelar dalam edisi perdananya melintasi berbagai genre musik tentunya. Ada  20 talent yang ikut mengisi event ini dari kalangan musisi, penyair/ puisi, komedian serta pameran photography dan art. Mengambil lokasi di bilangan selatan Jakarta,tepatnya di Paviliun 28 – Jalan Raya Petogogan.

 


Event ini dimulai kira-kira pukul 20:00 WIB, talent yang datang akan digiring utuk melakukan registrasi ulang dan mengambil nomor register. Pendaftaran ini dibuat untuk mempermudah urutan pengisi acara yang akan  tampil.  Sebuah grup dengan nama Classical Rock Project membuka perhelatan IRWD-Open Mic#1 ini dengan sangat lugas. Terdiri dari 6 orang personil dengan permainan Cello, Gitar, Biola, Bass dan Cajon yang berhasil memukau pengunjung yang mulai ramai berdatangan. Classical Rock ini juga rutin memainkan musiknya di Taman Suropati. Keren !

 

Klik disini untuk melihat lengkap foto-foto penampilan dari Classical Rock Project 


Adalah Indi Sampa, seorang komedian yang malam itu ikut serta meramaikan event IRWD- Open Mic dengan stand up comedynya yang segar dan memancing gelak tawa penonton yang malam itu rasanya semakin sesak membludak. Tema-tema komedianya yang diusung sangat ringan dan memancing tawa. Dan kalau mau melihat penampilan dari Indy Sampa, jangan lupa untuk menyambangi sebuah tempat hangout yang bernama Pasta Kangen Salemba, dikawasan Senen Jakarta Pusat.

Foto-foto dari penampilan Indi Sampa bisa di klik disini


Nah.. salah satu talent yang satu ini juga ngga kalah kerennya. Salah satu member dari Komunitas Penikmat Kopi yang biasa disebut KOPIK, Mas Osie Helmi, selain berkompeten dibidang ‘perkopian’ beliau juga salah satu owner dari Rumah Makan Dapur Cabe Ijo dikawasan Cipayung- Jakarta Timur ini ternyata juga mempunyai bakat yang luar biasa didunia puisi dan syair. Kemampuannya menciptakan puisi juga boleh diperhitungkan. Malam itu Mas Osie Helmy berkesempatan membawakan 2 buah karya puisinya dengan sederhana namun mampu memukau setiap khalayak yang datang.


 

 

 

 

 

 

Penampil berikutnya adalah seorang anak muda yang kreatif dan sangat capable dijalur musik, Cahyo. Malam itu membawakan lagu karyanya sendiri. Suara Cahyo yang kental memang sempat menghipnotis pengunjung. Setiap alur lagunya memiliki kisah tersendiri. Dan Cahyo juga sudah mengeluarkan mini album dengan judul albumnya ‘So Sad’  yang berisi 5 lagu keren

Lihat foto-foto lengkap penampilan Cahyo disini


Tampilan comedian berikutnya tak terduga sekali, yakni Om Bobby Germano! Founder dari Komunitas Piring Meleleh (PIMEL) dan beberapa Komunitas lain, malam itu Om Bobby mengasah kemampuan dalam berkomedian..hehe.. keren Om Bobby! Lanjutkan !

Klik disini untuk melihat kumpulan foto Bobby Germano di IRWD OPEN MIC#1


Namanya Dian Gothex, seorang gitaris Band Black Pumpkins yang meng-cover grup heavy metal asal Jerman, Helloween. Malam itu dia tampil bersama sahabatnya, Aprilia Devie berkolaborasi dalam puisi dan lagu. Sangat soulful banget ! kalian luar biasa ! Klik disini untuk melihat keseruan mereka berdua


Masih ada penampilan dari Adi Alamcahya dalam performa tunggalnya membawakan lagu-lagu karyanya yang sangat mendayu-dayu dan adem dikuping. So talented! Ayu Hutagalung juga mengisi event ini membawakan lagu karya ciptanya sendiri ‘Kado Terindah’ dan lagu dari Vina Panduwinata ‘Cinta’ dan semua penonton secara otomatis ikutan nyanyi

Lihat foto-foto lengkap Adi Alamcahya disini 

Ingin lihat lengkapnya foto penampilan Ayu Hutagalung, silahkan klik disini 


Makin malam pengunjung semakin ramai saja memenuhi ruangan Paviliun 28 ini. Dengan obrolan seru dan canda tawa mereka memenuhi seluruh ruangan. Atmosfir kebersamaan sangat terasa sekali. Masing-masing pengunjung bertegur sapa dan bercerita seraya menikmati tampilan-tampilan para talent dengan antusias. Ada satu kebahagiaan tersendiri dari kami selaku panitia acara. Bertemu dengan banyak kawan-kawan baik yang tulus mensupport event ini.

Ada lagi penampilan Duo koplak, dari Wisnu Wardhana dan Ardian, yang tergabung dalam The Wellaakks membawakan lagu ‘Secangkir Kopi Hitam’ dan ‘Watch Over You dari Alter Bridge’ kalau mereka tidak usah ditanya lagi dlam soal bermusiknya, passion mereka memang sudah kental dengan dunia itu. Sangat soulful dan kompak sekali. The Wellaakks ajiblah pokoknya!

Klik disini untuk melihat lengkap foto-foto The Wellaakks


Para penampil di event ini sangat kaya dan beragam sekali. Dari musikalitas maupun gaya masing-masing personilnya. Seperti tampilan empat anak muda kreatif dari Depok ini, Savasvara. Mereka masih muda dan penuh talenta. Memainkan lagu-lagu karya mereka sendiri yang luar biasa menyejukan telinga pendengarnya. Nah.. anak muda memang seharusnya begini, berkreatifitas yang positif menuangkan segala ide dan talentanya dengan baik.

 Selengkapnya penampilan SAVASVARA ada disini 


Ada lagi niih, Kukila! Duo sahabat yang mengisi event IRWD-Open Mic dengan permainan gitar dan puisi, mampu menghembuskan aroma melankolis bagi penikmat  puisi dan penonton yang hadir. Puisi-puisi cinta yang dibawakan membius masing-masing pengunjung dengan dahsyatnya.. bahlan sampai-sampai ada yang menintikan airmatanya loh! Akibat mendengarkan puisi mereka..

 Foto-foto penampilan yang menghipnotis dari KUKILA, klik disini 


Biasanya, Kami melihat beliau menyanyikan lagu-lagu rock, sebut saja seperti lagu ‘What’s up’ bahkan ‘She’s Gone’ melengking dengan dahsyat, tapi kali ini, beliau tampil untuk berpuisi. Sosok yang sangat humble serta ramah kepada semua orang. Dialah Vivi Houston, kami semua memanggil beliau dengan sebutan Bunda Vivi. Malam itu tampil dengan membawakan puisi karyanya sendiri. Puisi pertama tentang bencana alam, yang membuat kita semua teringat akan saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana di Palu, Donggala dan sekitarnya. Pilu dan penuh nestapa, tetapi tetap berpengharapan akan datangnya suatu kebaikan. Dan yang kedua puisi tentang cinta. Karena hanya cinta yang dapat menyejukan dunia dan hati yang lara.. sangat menyentuh sekali. Keren Bundaa !

Foto-foto penampilan Bunda Vivi bisa dilihat disini

 

 

 

 


 

 

Selain tampilan dari para pengisi acara, di event IRWD-Open Mic ini juga diadakan ‘Photography dan Art Exhibition’ salah satunya adalah menampilkan karya-karya dua orang fotografer keren, yakni Mikko Soetarno yang tidak lain dan tidak bukan adalah fotografer officialnya In Rock We Dive. Serta Yudi Sajalah, salah satu fotografer yang concern dalam mengabadikan moment gigs dan model. Malam itu mereka berkesempatan menampilkan hasil jepretannya kepada pengunjung yang hadir. Dari sesi Art, Nenny Mike Patty juga berkesempatan memamerkan karya-karya lukisnya dimedia talenan, centong dan kanvas. Sangat berwarna memang  event ini..


Masih meriah malam itu, penonton masih enggan beranjak. Karena malam iini malamnya IRWD-Open Mic! Hehe.. tampilan Riani Sovana kali ini diiringi oleh The Wellaakks. Membawakan lagu ‘Kelinci dan Jengkol dan Lupakan Dia’ dan dibantu sedikit suara dari sahabat kami yang super cool dari gitaris Black Pumpkins, Nizar

Foto Performance lengkapnya Riani Sovana bersama The Wellaakks bisa dilihat disini 


Mungkin talent yang tampil kali ini boleh jadi salah satu tampilan yang paling ditunggu, dengan modal paras wajah perpaduan antara Dave Ghrol dan Benyamin Milenial, Amboro berhasil membuat penonton terkesima dengan olah vokal dan performa uniknya. Membawakan ‘Like A Stone-nya Audio Slave’ dengan gaya ala Amboro sangat keren dan ciamik. Amboro juga sangat entertain banget mengajak audience ikut bernyanyi bersamanya dalam sebuah lagu karya ciptanya,’ Amsani’. Sosok yang kocak dan mudah akrab dengan penonton membuat Amboro sepertinya bakal semakin nambah jumlah fans-nya..Hihihi..

Klik disini untuk melihat lengkap foto-foto penampilan Amboro

Sukses selalu yaa buat Amboro! Tetaplah koplak dan berkarya..


Masih ada tampilan sahabat In Rock We Dive, Mas Alvin Sumlang yang ditemani oleh Dian Gothex dan Nizar  dari Black Pumpkins turut ambil bagian menyumbangkan suaranya melalui lagu ‘Spider and The Fly’ dari Rolling Stones. Seperrti biasa, iringan harmonikanya membuat suasana semakin hoorreee !

Foto penampilan keren mereka bisa di lihat disini


Dan dipenghujung acara, kita masih menikmati tampilan dari Mas Didi Kopi yang juga salah satu member KOPIK. Dengan suara yang serak-serak basah, Mas Didi Kopi menutup perhelatan ini.

Selengkapnya foto-foto penampilann mas Didik, klik disini 


Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan untuk Mba Nia, karena Event IRWD-Open Mic dalam edisi perdanaya ini mengambil tempat di sebuah Café bernuansa rumah yakni Paviliun 28, sebuah tempat yang cozy dalam desain interior yang vintage dan oldies. Kamu akan memasuki atmosfir yang berbeda ketika kamu ada didalamnya. Tatanan interior yang sederhana namun berkelas serta sajian hidangan dan minumannyapun relative terjangkau dari segi harga. Semuanya membuat kamu merasa nyaman dan betah berlama-lama disitu.

 

 

Malam itu menjadi malam yang sangat luar biasa buat IRWD-Open Mic. Kehadiran serta support dari sahabat-sahabat In Rock We Dive sangatlah berarti. Sebab tanpa adanya dukungan dari sahabat-sahabat sekalian, In Rock We Dive bukanlah apa-apa.  Paviliun 28 rasanya penuh sesak saat itu. Terisi oleh semua sahabat-sahabat In Rock We Dive dari berbagai tempat dan berbagai komunitas. Semua membaur jadi satu. Tanpa melihat senioritas maupun genrenya. Semua terlampaui tanpa batas malam itu. Dan rasanya jerih lelah kami, sekali lagi terpuaskan dan terbayarkan melalui kehadiran para sahabat.

 

Dalam kesempatan ini, IRWD-Open Mic mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih kepada para sahabat yang telah berkenan hadir. Sahabat-sahabat dari Komunitas Penikmat Kopi (KOPIK); Elna Ayu Prihaningtias, Oentari Salavia, Putri Dian, Neng JA, Oktavira G Wibowo, Theodora Polar Hutajulu, Indah Suryati, dan semua kawan-kawan KOPIK. Komunitas Ear House, Fingerstyle Community, juga kawan-kawan dari berbagai komunitas yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Terimakasih yang tak terhingga buat Rio RigidHidayat Tomu and Friends bersama Kinemata Production-nya untuk video dan juga foto-foto. Kepuasan penampil dan audience terpuaskan oleh kualitas sound yang sangat keren dan mumpuni hasil olahan Mr. Soundman In Rock We Dive, Comin Konggo. Dan sekali lagi terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Mbak Nia, yang telah berkenan memberikan tempatnya di Pavilun 28 ini untuk event IRWD-Open Mic. Serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, kami sangat berterimakasih. Sampai berjumpa lagi di event IRWD-Open Mic yang kedua ya guys! Cheers!

— Narated by Nenny Mike Patty